Monday, March 19, 2007

www.kampustetap.unimas.my


www.kampustetap.unimas.my
oleh: Noorma Ismail


Selamat datang ke kampus Unimas
Kampus dalam kota
Yang bakal tersergam megah
Perkasa menjadi kebanggaan anak bangsa


Kampus tetap Unimas
Dari jauh kelihatan dua menara mercu tanda
Menggamit dan melambai penuh mesra
Bersama empat lorong luas, jalan utama
Menyambut dan mengiringi perjalanan penuh makna





Di kampus tetap Unimas
Berehatlah di tepian tasik berair biru
Hiruplah udara nyaman, sejuk dan segar
Sambil menatap bangunan moden yang futuristik
Lengkap dengan sistem pengurusan moden
Dengan kecanggihan sistem bangunan pintar
Lambang universiti yang berpandangan jauh dan bersifat sezaman



Kampus tetap Unimas
Kampus idaman cergas, ceria, cantik dan indah
Kampus mesra pengguna, kampus untuk yang istimewa
Bila tiba waktu gerbangnya dibuka
Semarak membara semangat warganya
Bersama menempa kejayaan
Bersama mencipta kecemerlangan



*Puisi ini telah tersiar dalam Majalah Unimas PERSADA
keluaran * JANUARI-MAC * 2003
** Kampus Tetap UNIMAS telah dibuka dengan rasminya oleh Perdana Menteri Malaysia pada April 2006 dalam upacara yang gilang-gemilang...teringat-ingat :)))

Thursday, March 15, 2007

The Future Not ours To See...QUE SERA SERA


Posted by Picasa
Ada masa & ketika terkenang juga hari muka,
hatiku pun tertanya-tanya,
adakah impian akan menjadi kenyataan,
namun hanya lagu QUE SERA SERA DORIS DAY
yang menjadi penawar dan mengubat debaran di dada
membuatku tersenyum & tertawa
Hidup ini memang indah penuh dengan warna suka duka
teringat-teringat...

When I was just a little girl,
I asked my mother,
'What will I be?
'Will I be pretty?
'Will I be rich?'
Here's what she said to me:
'Que sera, sera,'
Whatever will be, will be;
'The future's not ours to see.
'Que sera, sera,'
What will be, will be.
When I grew up and fell in love,
I asked my sweetheart,
'What lies ahead?
'Will we have rainbows'day after day?
'Here's what my sweetheart said:
'Que sera, sera,
'Whatever will be, will be;
'The future's not ours to see.
'Que sera, sera,
'What will be, will be.
'Now I have children of my own,
They ask their mother,
'What will I be?
'Will I be handsome?
'Will I be rich?
'I tell them tenderly:
'Que sera, sera,
'Whatever will be, will be;'
The future's not ours to see.
'Que sera, sera,
'What will be, will be.
'(finale)QUE SERA SERA

Listen to the song click here!

Monday, March 05, 2007

Life is short so seize the day...





And in the end, it's not the years in your life that count.


It's the life in your years. ~Abraham Lincoln


Puisi-Puisi Indah Yang Menyentuh Hatiku Hingga kini

Kekasih
Oleh : Usman Awang

Akan kupintal buih-buih
menjadi tali mengikatmu
akan kuanyam
gelombang-gelombang menjadi
hamparan ranjang tidurmu
akan kutenun awan-gemawan

menjadi selendang menudungi rambutmu
akan kujahit bayu gunung

menjadi baju pakaian malammu
akan kupetik bintang timur

menjadi kerongsang menyinari dadamu
akan kujolok bulan gerhana

menjadi lampu menyuluhi rindu
akan kurebahkan matari

menjadi laut malammu
menghirup sakar madumu

Doa
Oleh: Chairil Anwar (13 November 1943 )

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu
Biar susah sungguh mengingat

Kau penuh seluruh
Cahayamu panas suci

tinggal kerdip lilin di kelam sunyi
Tuhanku

aku hilang bentuk remuk
Tuhanku

aku mengembara di negeri asing
Tuhanku

di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling




Syair Perahu
Oleh : Hamzah Fansuri

Inilah gerangan suatu madah
mengarangkan syair terlalu indah,
membetuli jalan tempat berpindah,
di sanalah i'tikat diperbetuli sudah

Wahai muda kenali dirimu,
ialah perahu tamsil tubuhmu,
tiadalah berapa lama hidupmu,
ke akhirat jua kekal diammu.

Hai muda arif-budiman,
hasilkan kemudi dengan pedoman,
alat perahumu jua kerjakan,
itulah jalan membetuli insan.

Perteguh jua alat perahumu,
hasilkan bekal air dan kayu,
dayung pengayuh taruh di situ,
supaya laju perahumu itu

Sudahlah hasil kayu dan ayar,
angkatlah pula sauh dan layar,
pada beras bekal jantanlah taksir,
niscaya sempurna jalan yang kabir.

Perteguh jua alat perahumu,
muaranya sempit tempatmu lalu,
banyaklah di sana ikan dan hiu,
menanti perahumu lalu dari situ.

Muaranya dalam, ikanpun banyak,
di sanalah perahu karam dan rusak,
karangnya tajam seperti tombak
ke atas pasir kamu tersesak.

Ketahui olehmu hai anak dagang
riaknya rencam ombaknya karang
ikanpun banyak datang menyarang
hendak membawa ke tengah sawang.

Muaranya itu terlalu sempit,
di manakan lalu sampan dan rakit
jikalau ada pedoman dikapit,
sempurnalah jalan terlalu ba'id.

Baiklah perahu engkau perteguh,
hasilkan pendapat dengan tali sauh,
anginnya keras ombaknya cabuh,
pulaunya jauh tempat berlabuh.

Lengkapkan pendarat dan tali sauh,
derasmu banyak bertemu musuh,
selebu rencam ombaknya cabuh,
La ilaha illallahu akan tali yang teguh.

Barang siapa bergantung di situ,
teduhlah selebu yang rencam itu
pedoman betuli perahumu laju,
selamat engkau ke pulau itu.

La ilaha illallahu jua yang engkau ikut,
di laut keras dan topan ribut,
hiu dan paus di belakang menurut,
pertetaplah kemudi jangan terkejut.

Laut Silan terlalu dalam,
di sanalah perahu rusak dan karam,
sungguhpun banyak di sana menyelam,
larang mendapat permata nilam.

Laut Silan wahid al kahhar,
riaknya rencam ombaknya besar,
anginnya songsongan membelok
sengkar perbaik kemudi jangan berkisar.

Itulah laut yang maha indah,
ke sanalah kita semuanya berpindah,
hasilkan bekal kayu dan juadah
selamatlah engkau sempurna musyahadah.

Silan itu ombaknya kisah,
banyaklah akan ke sana berpindah,
topan dan ribut terlalu 'azamah,
perbetuli pedoman jangan berubah.

Laut Kulzum terlalu dalam,
ombaknya muhit pada sekalian alam
banyaklah di sana rusak dan karam,
perbaiki na'am, siang dan malam.

Ingati sungguh siang dan malam,
lautnya deras bertambah dalam,
anginpun keras,
ombaknya rencam,
ingati perahu jangan tenggelam.

Jikalau engkau ingati sungguh,
angin yang keras menjadi teduh
tambahan selalu tetap yang cabuh
selamat engkau ke pulau itu berlabuh.

Sampailah ahad dengan masanya,
datanglah angin dengan paksanya,
belajar perahu sidang budimannya,
berlayar itu dengan kelengkapannya.

Wujud Allah nama perahunya,
ilmu Allah akan [dayungnya]iman Allah nama kemudinya,
"yakin akan Allah" nama pawangnya.
"Taharat dan istinja'" nama lantainya,

"kufur dan masiat" air ruangnya,
tawakkul akan Allah jurubatunya
tauhid itu akan sauhnya.

Salat akan nabi tali bubutannya,
istigfar Allah akan layarnya,
"Allahu Akbar" nama anginnya,
subhan Allah akan lajunya.
"Wallahu a'lam" nama rantaunya,

"iradat Allah" nama bandarnya,"kudrat Allah" nama labuhannya,
"surga jannat an naim nama negerinya.

Karangan ini suatu madah,
mengarangkan syair tempat berpindah,
di dalam dunia janganlah tam'ah,
di dalam kubur berkhalwat sudah.

Kenali dirimu di dalam kubur,
badan seorang hanya tersungkur
dengan siapa lawan bertutur?
di balik papan badan terhancur.

Di dalam dunia banyaklah mamang,
ke akhirat jua tempatmu pulang,
janganlah disusahi emas dan uang,
itulah membawa badan terbuang.

Tuntuti ilmu jangan kepalang,
di dalam kubur terbaring seorang,
Munkar wa Nakir ke sana datang,
menanyakan jikalau ada engkau sembahyang.

Tongkatnya lekat tiada terhisab,
badanmu remuk siksa dan azab,
akalmu itu hilang dan lenyap,

Munkar wa Nakir bukan kepalang,
suaranya merdu bertambah garang,
tongkatnya besar terlalu panjang,
cabuknya banyak tiada terbilang.

Kenali dirimu, hai anak dagang!
di balik papan tidur telentang,
kelam dan dingin bukan kepalang,
dengan siapa lawan berbincang?

La ilaha illallahu itulah firman,
Tuhan itulah pergantungan alam sekalian,
iman tersurat pada hati insap,
siang dan malam jangan dilalaikan.

La ilaha illallahu itu terlalu nyata,
tauhid ma'rifat semata-mata,
memandang yang gaib semuanya rata,
lenyapkan ke sana sekalian kita.

La ilaha illallahu itu janganlah kaupermudah-mudah,
sekalian makhluk ke sana berpindah,
da'im dan ka'im jangan berubah,
khalak di sana dengan La ilaha illallahu.
La ilaha illallahu itu jangan kaulalaikan,

siang dan malam jangan kau sunyikan,
selama hidup juga engkau pakaikan,
Allah dan rasul juga yang menyampaikan.

La ilaha illallahu itu kata yang teguh,
memadamkan cahaya sekalian rusuh,
jin dan syaitan sekalian musuh,
hendak membawa dia bersungguh-sungguh.

La ilaha illallahu itu kesudahan kata,
tauhid ma'rifat semata-mata.
hapuskan hendak sekalian perkara,
hamba dan Tuhan tiada berbeda.

La ilaha illallahu itu tempat mengintai,
medan yang kadim tempat berdamai,
wujud Allah terlalu bitai,
siang dan malam jangan bercerai.

La ilaha illallahu itu tempat musyahadah,
menyatakan tauhid jangan berubah,
sempurnalah jalan iman yang mudah,
pertemuan Tuhan terlalu susah.

Tuesday, February 27, 2007

Srikandi Negara ( Buat semua wanita kerana dirimu begitu berharga )


Unimas creates patriotic song for women

KUCHING - Universiti Malaysia Sarawak (Unimas) has written a patriotic song in recognition of Malaysian women's contributions to the country.
The university said in a statement here Friday that the song, entitled "Srikandi Negara", was specially written for the Prime Minister's wife, Datin Seri Dr Siti Hasmah Mohd Ali, in conjunction with the honorary doctorate of Science conferred on her at a special convocation here on Aug 28.


The song, produced by Unimas head of music, drama and theatre, Mohd Hafiz Askiak, with lyrics by corporate communications assistant registrar Noorma Ismail, was in recognition of Dr Siti Hasmah's efforts to raise the standard of public health, especially among women and children outside the country, it said.


Mohd Hafiz said he agreed with the Deputy Prime Minister's call that patriotic songs be aired at all times and believed that "Srikandi Negara", with a pop ballad melody, would be more popular among Malaysians compared to patriotic songs with a march beat. Meanwhile, Noorma said she felt fortunate to be able to write the lyrics for the country's meritorious women whom she idolised like Dr Siti Hasmah.


"The lyrics were specially written as a gift by Unimas to raise the dignity of women who have contributed to the country and to fill the gap in patriotic songs for women," she said.

Meanwhile, the statement added that the university's Student Representative Council election Thursday saw female students securing seven out of 13 seats for the first time. A second year student was elected president, also for the first time. - Bernama (28 August 2003)


Srikandi Negara
Lagu & Penyanyi: Mohd Hafiz Askiak
Lirik: Noorma Ismail Yusoff


Raut wajah penuh ketenangan
Senyumanmu indah penuh kedamaian
Mulia budimu menjunjung budaya bangsa
Kental semangatmu di persada negara
Bersama harum mewangi bakti dan jasa
Berjuang demi nusa dan bangsa
Kau lambang semangat waja
Kaulah srikandi negara tercinta



Korus
Kaulah sumber inspirasi
Kaulah lambang wanita sejati
Perjuanganmu teguh, tulus dan suci
Terpahat indah di dada pertiwi
Selamanya mekar mewangi
Jasamu tetap abadi


Kecekalan dan kesabaranmu
Hadapi segala rintangan
Teguh berdiri sedia berbakti
Pembimbing ke puncak jaya
Namamu kekal gemilang
Jasamu tetap dikenang
Harum mewangi sepanjang zaman

Negarawan Terbilang


Unimas composes song in appreciation of Dr Mahathir's contribution

KUCHING - Universiti Malaysia Sarawak (Unimas) has composed a special song,"Negarawan Terbilang" (Distinguished Statesman), in appreciation of Tun Dr Mahathir Mohamad's 22 years of contribution and service as the fourth Malaysian Prime Minister. According to Unimas in a statement here Monday, the song was composed by Unimas lecturer in music, drama and theatre of the Applied Arts and Creative Faculty, Mohd Hafiz Askiak. The lyric was written by Corporate Communication Unit assistant registrar, Noorma Ismail.

The song was rendered via a special video clip screening in conjunction with the conferment of an Honorary Doctorate in Development Studies to Dr Mahathir at a special convocation ceremony two days ago. The video clip, produced by Unimas, was initiated by Prof Abdul Rashid Abdullah, Unimas acting Vice-Chancellor, and directed by Anuar Ayob, a lecturer of the Applied Arts and Creative Faculty.

Last year, Unimas presented a song and video clip, entitled "Srikandi Negara" (National Heroine) to Tun Dr Siti Hasmah Mohd Ali. The song was composed by Mohd Hafiz Askiak while the lyric by Noorma Ismail. Apart from "Negarawan Terbilang" and "Skrikandi Negara", Unimas also composed several songs, namely "Unimas Gemilang" (Glorified Unimas), "Hari Bertuah" (Lucky Day) and "Unimas Tercinta" (Beloved Unimas) which are aired in Unimas' official ceremonies. - Bernama (2 Oct 2004)

p/s Unimas Tercinta sempena Sedekad Unimas digubah oleh Mohd Hafiz Askiak dan lirik oleh Noorma Ismail @ Mckelate


NEGARAWAN TERBILANG

Lagu : Mohd. Hafiz Askiak
Lirik : Noorma Ismail Yusoff

Umpama sebutir bintang
Terangmu gemerlapan
Menyinari negara tercinta
Cekal semangatmu
Teguh jiwamu
Mengharungi cabaran dan dugaan
Mempekasakan negara
Menuju puncak jaya

(Korus)
Kau harumkan nama Malaysia di dunia
Kau membawa Malaysia maju jaya
Kau lahirkan Malaysia berwawasan
Kau membina sejarah Malaysia gemilang
Kau kebanggaan nusa dan bangsa
Kau Negarawan Terbilang
Biar masa beredar
Biar tahun silih berganti
Namun dikau sentiasa di hati
Budi jasamu abadi
(Korus)
Kau harumkan nama Malaysia di dunia
Kau membawa Malaysia maju jaya
Kau lahirkan Malaysia berwawasan
Kau membina sejarah Malaysia gemilang
Kau kebanggaan nusa dan bangsa
Kau harumkan nama Malaysia di dunia
Kau membawa Malaysia maju jaya
Kau lahirkan Malaysia berwawasan
Kau membina sejarah Malaysia gemilang
Kau kebanggaan nusa dan bangsa
Kau Negarawan Terbilang…Kau Negarawan Terbilang

Tuesday, February 20, 2007

Jalan-jalan ke Kelantan (Jale-jale gi Kelate)



Kalu maghie jale di Kelate, ore putih kenal dengan gelaran Land of Full Moon atau Land of Lightning, jange lupa cuba tra makane Kelate hok sedap-sedap mace gambar di sebelah ni. Ni pun belum masuk makane lain mace nasi kerabu, taik itik, lompat tikam, aye perecik, laksa, laksam, ABC pulut tapai...hmmm memang sedappp sapa tok leh nok royakk :P


Kalu nok shopping pun banyok tempat buleh gi mace Pasar Siti Khadijah, Pasar Buluh Kubu, Rantau Panje, Pengkalan Kubur dll lagi. Tempat-tempat hok menarik pun banyok untuk istirehat mace Pantai Sri Tujuh, Pantai Cahaya Bulan, Pantai Bisikan Bayu,Pantai Irama dan Pantai Sabak. Bolehlah duduk santai sambil mencari ketenangan.


Jange lupo gi jugak tengok tempat-tempat bersejarah hok ado di Kelate...


p/s nok tahu cerita Kelate, visit http://raykinzoku.fotopages.com/

Hok sokmo dok teringat-teringat ... ternampokk di mata, terkenang di hati & jiwo,


Mckelate

Kelantanese Women
Kelantanese Women II
Kelantanese Women III



Saturday, February 17, 2007

Alangkah Indahnya...



Alangkah indahnya jika hidup tanpa sengketa,
Hidup tanpa derita dan airmata
Hidup tanpa hasad, dengki dan fitnah
Hidup penuh kebahagiaan tanpa dendam
Hidup dengan kegembiraan tanpa rasa kesal dan putus asa
Hidup dengan penuh semangat, ketabahan dan kesabaran
Hidup dengan menghadapi segala cabaran dengan tenang dan penuh keyakinan
Hidup dengan perjuangan, kerjasama, perpaduan, mesra dan berkasih sayang
Hidup penuh dengan keikhlasan, keredhaan dan mencari titik persamaan
Hidup dengan senyuman, gurau-senda dan hilai tawa
Hidup dengan iman dan takwa
Alangkah indahnya...
Teringat-ingat
- Mckelate


p.s Hari dan masa silih berganti memberi kita kematangan dalam menjalani kehidupan.....

Thursday, February 15, 2007

HAVE YOU EVER REALLY LOVED A WOMAN ?

I really love this song and I want to dedicate it to all 'beautiful' women out there. Enjoy... love from Mckelate...
Bryan Adams - Have You Ever Really Loved A Woman? (Don Juan DeMarco/Soundtrack Version)

To really love a woman
To understand her
You gotta know her deep inside
Hear every thought
See every dream
And give her wings when she wants to fly

And when you find yourself
Lying helpless in her arms
You know you really love a woman

When you love a woman
You tell her that she’s really wanted
When you love a woman
You tell her that she’s the one
She needs somebody
To tell her that it’s gonna last forever
So tell me have you ever really
Really really ever loved a woman

To really love a woman
Let her hold you
Do you know how she needs to be touched ?
You gotta breath her
Really taste her
Till you can feel her in your blood
Then when you can see your unborn children in her eyes
You know you really love a woman

When you love a woman
You tell her that she’s really wanted
When you love a woman
You tell her that she’s the one
She needs somebody
To tell her that you’ll always be together
So tell me have you ever really
Really really ever loved a woman

You got to give her some faith
Hold her tight
A little tenderness
You gotta treat her right
She’ll be there for you
Taking good care of you
You really gotta love your woman

And when you find yourself
Lying helpless in her arms
You know you really love a woman

When you love a woman
You tell her that she’s really wanted
When you love a woman
You tell her that she’s the one
She needs somebody
To tell her that it’s gonna last forever
So tell me have you ever really
Really really ever loved a woman
Just tell me have you ever really
Really really ever loved a woman
Just tell me have you ever really
Really really ever loved a woman.


- song by Bryan Adams , from film : Don Juan DeMarco


Sunday, February 11, 2007

Happy Bday My Beloved Sister Elly

Detik-detik indah yg kita lalui lebih bermakna bila dapat dikongsi dengan orang-orang yang kita sayangi. Ku doakan moga dirimu bahagia selalu,sihat sejahtera, tercapai hajat yg dicita-cita, beroleh kejayaan dan keberkatan di dunia dan di akhirat. You are special and I am so glad I have you as a sister. Happy Bday Sis...Love u always...

Mckelate


More Pics of Elly's Bday click here

Sabah Short Trip 8&9 Februari 2007


Sabah Negeri Di Bawah Bayu adalah tanah kelahiran my baby sister Dilla. 8 Februari 2007 adalah hari yang paling bermakna buat my baby sister Dilla apabila I dan my sister Elly telah menemankannya untuk kembali ke tanah tumpah darahnya iaitu Kota Kinabalu setelah sekian lama. Dilla dibesarkan bersama ahli keluarga yang lain yang berasal dari Negeri Kelantan, Negeri Che Siti Wan Kembang.

Sejak kecil Dilla menyimpan cita-cita untuk ke Kota Kinabalu dan melihat sendiri tempat beliau dilahirkan iaitu Hospital Queen Elizabeth. Kami sempat ke sana dan masih melihat bangunannya yang masih tersergam dengan pembangunan yg sedang dijalankan di situ.

Cuti-cuti Malaysia kami selama 2 hari banyak kami habiskan berjalan-jalan sekitar bandar KK. Sempat juga kami shopping di Pasar Filipina. Center Point,Sabah dan menjengok pasar yang berdekatan serta meninjau kesibukan di Jeti. Insyaallah satu masa kami akan kembali untuk menawan Gunung Kinabalu, menaikki bot ke pulau-pulau yang berdekatan, ke pasar Tamu dan tempat-tempat menarik yang lain.

  • More about Dilla visit her fotopages
  • Bangga Jadi Anak Malaysia


    Rasa bersyukur dan bangga jadi anak Malaysia. Hidup dalam negara yg aman dan damai. Boleh mengejar segala apa yang dicitakan dalam urusan kerjaya dan juga beribadat. Rasa gembira dan syukur menjadi wanita Melayu Islam yang mempunyai berbagai kebebasan jika dibandingkan dengan wanita Islam di negara lain yang serba serbi disekat dari segi pendidikan, kerjaya dan sebagainya. I feel so liberated jadi wanita Islam Malaysia...

    Kita banyak ada apa yang negara lain tak ada. Fokuslah pada apa yg kita ada dan apa yang kita boleh buat...chewah..chewahh cam orang politiklah pulak...almaklum baru je gi melawat Parlimen Dewan Rakyat dan Dewan Negara pada 7 Feb 2007 baru-baru ni semasa Bengkel Pelapor Parlimen IPTA anjuran Kementerian Tok Paa, Kem. Pengajian Tinggi Malaysia. Happy sangat sebab ini adalah pengalaman kali ketiga ke Parlimen, kali pertama semasa darjah 6, pergi sebagai Pen Ketua Sekolah untuk sambutan Ulang Tahun Yang DiPertuan Agong, kemudian semasa membuat laporan untuk Bilik Berita Radio RTM dulu.


    Teringat-ingat semasa menyambut Ulang Tahun Kemerdekaan Malaysia di luar negara, menitik air mata bila menaikkan bendera dan menyanyikan lagu Negaraku... rasa bangga memakai kebaya dan baju kurung walaupun pada Winter semata-mata kerana rasa bangga sebagai Anak MELAYU dan juga ANAK MALAYSIA....

  • Gambar Bengkel Pelapor Parlimen IPTA
  • Friday, February 02, 2007

    Selamat Tahun Baru & Happy Bday To me


    Pejam celik...pejam celik dah tahun 2007...cepatnya masa berlalu, hari demi hari beredar tanpa disedari. Selamat Tahun Baru kepada semua yang mengenali Mckelate. Pada yg tak kenal, salam perkenalan... tak kenal maka tak cinta kan hehehehe...

    Tahun baru ni rasanya nak perbaharui azam lama untuk memajukan diri sendiri dalam semua hal untuk dunia dan akhirat. Selain tu, Januari juga Mckelate menyambut hari jadinya yang ke XX hehehehe... rasanya dah makin matang dah setelah menelaah ilmu yang datang setiap detik dalam Universiti Kehidupan ini.

    Sama-sama kita doakan yang terbaik untuk kehidupan kita di alam yg fana' ini dan moga kita semua ceria, bahagia, sihat sejahtera dan mulia. Sama-sama kita doakan untuk kesejahteraan dunia...moga aman, damai dan sentosa.

    Salam Hangat Dariku,

    MCKELATE

    Friday, November 17, 2006

    My baby





    Civic named car of the year; Overal winner for the car of the year 2005/2006 and also came out on top in the Midsize Sedan/Hacthback category. " The Civic fulfils every requirement of a practical family saloon, but also has the desirability and cool factor synonymous with the brand", wrote Editor Denis Wong, Editor of Autocar Asean.

    Judges looked at styling, utility, safety, features,build quality, handling, performance and value for money among other criteria.

    Wednesday, November 15, 2006

    Raya Pics 2006- Part II

    My Raya 2006 Pics


    Rasa Happy sangat dapat beraya bersama suami dengan ibu, ayah, adik-adik serta anak-anak saudara yg dikasihi. Saat-saat dan detik indah itu sentiasa dihargai dan berkekalan dalam ingatan serta membungai kasih sayang yg abadi...
    Cool Slideshows

    Wednesday, October 04, 2006

    Dambaan Hati





    Ada ketikanya terkenang juga masa lalu
    Waktu kemesraan bertamu
    Ada suka dan duka
    Ada tawa dan senda
    Hati tetap bertanya
    apakah rahsia dan cerita sebenarnya,
    namun apakan daya...
    bukan semua persoalan mempunyai jawapan
    walaupun bertahun juga pencarian
    untuk menjawab pertanyaan
    semua dambaan hati
    walaupun pahit namun tetap jua ditelan
    hakikat kenyataan menerjah diri
    Hati lalu berlagu pilu, wajah menebal malu
    namun panas tidak sampai ke petang
    laksana anak sungai yang berubah
    dan perjalanan hidup harus diteruskan
    Meninggalkan semuanya
    abadi dalam kenangan
    - Mckelate